Bagaimana dampak dari masa darurat sipil di Nanggroe Aceh Darussalam ? Anak-anak di bawah umur yang selalu melihat baku tembak antara aparat keamanan pemerintah RI dengan GAM. Hal tersebut membuat mereka tidak asing melihat tembak-menembak. Bahkan, waktu gw ke aceh (pulang kampung) gw ngeliat permainan anak-anak yang sedang marak bukan lagi main cing benteng, petak umpet, main bola atau apalah. Kenyataannya yang marak dimainkan permainan perang-perangan. Bahkan, anak usia 4 tahun pun udah hapal dengan berbagai jenis senjata [edan--gw aja yang usianya dah kepala 2 ga hafaL].
Perilaku anak-anak itu hampir terjadi diseluruh anak-anak di Aceh. Itu baru dampak pertama yang terjadi. Belum lagi dendam yang muncul pada anak-anak ini ketika melihat orang tuanya
meninggal karena terkena peluru nyasar akibat baku tembak antara aparat pemerintah dengan GAM.
Waktu gw pulang ke sana,, gw denger sendiri cerita dari saudara gw yang suaminya lagi di sawah pagi-pagi, trus tiba-tiba ketembak akibat peluru nyasar, entah itu peluru dari pihak mana. Gw ga kebayang bagaimana nyokapnya menjelaskan kejadian itu sama anaknya ketika anaknya mulai dewasa.
Akan bagaimana masa depan aceh nanti?
Apapun yang orang katakan tentang aceh,, gw tetep sayang ama aceh dengan segala isinya.



